F.A.Q Seputar Bisnis Jamur Tiram
Tanya: Media apa saja yang bisa digunakan untuk budidaya jamur tiram ?
Jawab:
Hampir semua limbah organik bisa digunakan untuk
budidaya jamur ini. Antara lain : limbah gergajian kayu,
limbah ampas tebu, limbah kulit kopi, limbah sagu,
dan jerami, limbah kertas, dll.
Tanya : Berapa ukuran plastik untuk packing media jamur ?
Jawab :
Plastik tahan panas jenis PP ukuran 0.5-35-17 cm.
Tanya : Bagaimana cara membuat baglog ?
Jawab :
Masukkan media yang sudah siap ke dalam plastik,
lalu padatkan, tekuk ujungnya bawahnya kedalam
setelah padat sisipkan cincin dari bambu diatas
plastik kemudian tutup dengan kapas atau
kertas koran ikat dengan karet.
Tanya : Peralatan apa saja yang digunakan untuk sterilisasi baglog jamur?
Jawab :
sebuah tong yang tutupnya terpisah, bagian bawah dibuat
angsang bambu yang berfungsi seperti kukusan,
berjarak 12 cm dari dasar tong.
Tanya : Berapa lama proses sterilisasi media jamur?
Jawab :
Proses minimal untuk sterilisasi baglog adalah
minimal 5 jam, waktu dihitung setelah suhu mencapai
minimal 100 derajat Celcius. 2 jam dipertahankan pada
suhu tersebut dan 3 jam selanjutnya proses pendinginan
dan biarkan sampai pagi hari, buka dan biarkan dingin
dan simpan di tempat bersih.
Tanya : Peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk proses inokulasi ?
Jawab :
Peralatan yang dibutuhkan :
1. Lampu spirtus
2. Spatula/batang kawat yg ujungnya dipipihkan untuk mengorek
bibit dari dalam botol, lebih baik menggunakan bahan stainless.
3. Alkohol.
Tanya : Setelah baglog dingin dan peralatan inokulasi siap,
selanjutnya bagaimana proses inokulasi?
Jawab :
Pilihlah ruangan yang steril, jauh dari hembusan angin,
lalu lalang orang lewat. Terlebih dulu cuci spatula dan
tangan dengan sabun, lalu steril dengan alkohol dan
kemudian dibakar di atas lampu spirtus, biarkan dingin
sementara panasi mulut botol dengan api, hancurkan
bibit jamur yang ada di dalam botol dengan spatula
dan masukkan bibit yang sudah hancur ke dalam baglog
kemudian tutup lagi dengan kapas atau kertas koran.
Tanya : Setelah proses pembibitan selesai, berapa lama proses inkubasi
dan kapan baglog siap dimasukkkan ke dalam kumbung?
Jawab :
Masa inkubasi adalah masa penyimpanan untuk pertumbuhan
miselia jamur tiram. Kurang lebih dua minggu miselia
sudah tumbuh separo baglog. Pada tahap ini sudah bisa dipastikan
bahwa miselia dalam baglog sudah tumbuh dengan baik dan
pada tahap ini baglog sudah bisa disusun di dalam kumbung.
Tanya : Kapan mulai diadakan pencopotan kapas penutup baglog?
Jawab :
Kapas penutup baglog dilepas apabila miselia jamur tiram
sudah merata di seluruh badan baglog.
Tanya : Kapan mulai diadakan penyiraman kumbung jamur tiram?
Jawab :
penyiraman kumbung dilakukan jika kapas penutup baglog
sudah mulai dilepas dan suhu pada kumbung dipertahankan
pada suhu 22 – 28 derajat C dengan kelembaban 80 – 90 %.
Tanya : Setelah semua dilakukan kapan jamur tiram akan tumbuh ?
Jawab :
Setelah semua dilakukan, kurang lebih seminggu jamur tiram
akan tumbuh pada stadium baby dan pada usia 3 hari
sudah bisa dipanen. Dipanen dengan cara mencabut seluruh
tubuh buah jamur langsung sampai ke akar-akarnya.
Tanya : Berapa ukuran berat jika jamur tiram akan dipasarkan ?
Jawab :
Ukuran yang biasa dipasarkan di pasaran adalah satu ons,
seperempat kilo atau kemasan satu kilo.
Tanya : Produk olahan apa saja yang yang bisa dibuat dari jamur tiram ?
Jawab :
Jamur tiram bisa diolah menjadi masakan apa saja.
Seperti : soup jamur tiram, pepes jamur tiram,
keripik jamur tiram dan lain-lain.
Tanya : Bagaimana pospek pemasaran jamur tiram di Indonesia ?
Jawab :
Prospek pemasaran jamur tiram dipasar sangat bagus,
karena jamur tiram sudah terposisi sebagai komoditi pangan
yang termasuk sayur-sayuran sebagai jenis sayuran maka jamur tiram
harus ada di setiap pasar baik dari pasar traditional sampai
pasar modern sehingga peluang pasar sangat bagus dan luas.